3 Days Journey to Ujung Genteng Beach...
Minggu, Oktober 04, 2009 | kategori Rehat Sejenak | 0 Comments
Ga Akan Miskin dengan Sedekah... Trust Me!
Jadi ceritanya begini..
Suatu hari di perjalanan mudik yg melelahkan, ayah bercerita tentang sesuatu yang menggugah nurani... sambil terus menyetir mobil yg berisi 5 orang itu..
Ada seseorang bapak yang -bisa dibilang- secara ekonomis hidupnya dan keluarganya tidak terlalu berkelebihan.. in the middle lah kira-kira..
Bapak ini memiliki seorang paman -satu-satunya- yang sudah sangat tua yang memiliki cita-cita besar untuk dapat mengunjungi Baitullah. Namun, karena kondisi ekonomi beliau yg kurang memungkinkan, sampai saat itu beliau belum bisa menunaikan cita-citanya. Sang bapak yang teringat akan pesan orang tuanya sebelum meninggal untuk memperhatikan pamannya itu akhirnya berinisiatif untuk mengumpulkan dana dari kerabat-kerabatnya. Dana pun dikumpulkan... dan alhamdulillah sang paman akhirnya berkesempatan untuk menjejakkan kakiny di Baitullah, meski untuk umrah, bukan haji.
Ayah melanjutkan ceritanya..
Beberapa bulan kemudian, setelah hajat sang paman terlaksana, bapak ini langsung mendapatkan balasan langsung dari Allah. Baru sebulan pindah tempat kerja, bapak ini langsung didaulat untuk pergi menghadiri suatu event di luar negeri, dengan mendapat bekal akomodsi sekitar 65 juta. Padahal, saat mengumpulkan dana untuk pamannya pergi umrah, bapak ini hanya memberikan belasan juta. Namun sungguh, Allah membalasnya dengan balasan yang berlipat-lipat..di dunia, bukan di akhirat.
Ayah akhirnya menutup ceritanya dengan sebuah perkataan luar biasa yg akhirnya saya jadikan status facebook saya, hehe..
"Anak-anak, dengarkan... Harta kita itu, yang kita punya sekarang, bukan milik kita.. Semua yang kita habiskan, untuk makan dll pada akhirnya hanya akan berakhir menjadi kotoran yg tidak bernilai. Harta kita yang sesungguhnya, adalah harta yang kita sedekahkan. Jangan takut untuk bersedekah, karena dengan bersedekah harta kita tidak akan habis, justru kalian lihat sendiri, langsung ditambahkan oleh Allah.."
Ya, itu barulah balasan yang Allah perlihatkan di dunia..bagaimana balasan di akhirat nanti yang indahnya tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh akal kita? Sungguh, ketika kita "berniaga" dengan Allah, hanya keuntungan yang akan kita dapatkan...
...to be continued..
Sabtu, Oktober 03, 2009 | kategori ISLAMoholic | 1 Comments
10 Indikator Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan
Hadist ini merupakan sindiran dan peringatan tentang kualitas ibadah puasa kita yang sekadar meninggalkan makan dan minum saja. Mestinya hadist ini membangkitkan kewaspadaan kita untuk lebih teliti dan berhati – hati serta tidak terjerumus di dalam kesalahan yakni menjalani Ramadhan sekadar upacara ritual tahunan. Masuk tanpa kerinduan, berlalu pun tanpa kesan. Kasihan !!!
Tetapi setindaknya kita perlu berhitung dan memiliki Neraca Indikator agar setiap ibadah kita di bulan Ramadhan benar – benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari Madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Iman meningkat, dan Taqwa pun kita dapat. Sebagaimana kita selalu baca berulang – ulang firman Allah,
(QS. Al-Baqarah ayat 183)
Berikut ini ada beberapa indikasi kegagalan Ramadhan kita, antara lain :
1. Pertama, ketika kita kurang optimal melakukan “Warming up” dengan melakukan ibadah sunnah di bulan Rajab dan Sya’ban
Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah sunnah di bulan sya’ban berfungsi sebagai pemanasan bagi kesiapan ruhani, fisik, dan pemikiran memasuki Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak tilawah Qur’an, Salat malam sebelum Ramadhan akan menjadikan suasana hati dan tubuh lebih kondusif untuk menunaikan ibadah di bulan penuh pahala.
Barangkali ini diantara hikmah mengapa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan kita di ajarkan oleh para salafus shalih untuk juga melantunkan doa kerinduan dan harapan perjumpaan meraih berkah Ramadhan.
Doa itu adalah “Allahumma baariklanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhaan…Ya Allah berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikalah umur kami hingga bulan Ramadhan ”
2. Ketika target pembacaan Al – Quran yang dicanangkan, minimal satu kali khatam tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan.
Ini termasuk fatal, sebab di bulan Ramadhan ini pembacaan Al Quran merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan. Bukankah Ramadhan merupakan Syahrul Qur’an ? pada bulan inilah Allah menurunkan wahyu Nya dari Lauhul Mahfud ke langit dunia. Peristiwa ini sering disebut Lailatul Qodar, malam yang penuh kemuliaan. Pada bulan ini pula malaikat Jibril ‘alahis salam biasa mengulang – ulang bacaan Al Quran kepada Rasulullah. Aktifitas ini juga disebut Muraja’ah, yakni mengecek bacaan Al Quran yang sudah diwahyukan.
Bagi kaum muslimin, orang – orang yang beriman, dan orang – orang yang berpuasa di bulan ini sangat dianjurkan memiliki wirid Al Quran yang lebih baik lagi dari bulan – bulan sebelumnya. Kenapa harus mengkhatamkan minimal satu kali sepanjang bulan ini ?
Karena memang itulah target yang diajarkan oleh Rasulullah, ketika Abdullah bin Umar bertanya kepada beliau, “Berapa lama sebaiknya seseorang mengkhatamkan Al Quran? Rasulullah menjawab, satu kali dalam satu bulan,” Abdullah bin Umar berkata, “Saya bisa lebih cepat dari satu kali khatam dalam satu bulan” Rasul berkata lagi, “Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan” Tapi Abdullah bin Umar mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh Al Quran lebih cepat dari satu pecan. Kemudian Rasul mengatakan “Kalau begitu bacalah dalam tiga hari” Dalam Riwayat lain dikatakan. “Janganlah kalian mengakhatamkannya lebih cepat dari tiga hari”
Hal ini karena bisa mengurangi kualitas tilawahnya, kurang memahami sehingga tidak mampu menyentuh jiwa.
Jadi sangat jelas bahwa tilawah Quran harus menjadi agenda atau jadwal khusus bagi seorang muslim apalagi seorang juru dakwah. Misalnya Imam Malik Rahimahullah biasa mengkhatamkan Al Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali. Bagaimana bisa? Tentu hafalannya luar biasa,
Kata Usman bin Affan ra. “Apabila hati itu suci, maka ia tak akan pernah kenyang untuk membaca Al Quran”
3. Ketika berpuasa tak menghalangi seseorang dari penyimpangan mulut seperti membicarakan keburukan orang lain, mengeluarkan kata – kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, menebar fitnah, berdusta dan sebagainya.
4. Ketika puasa tak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata dari melihat yang haram.
5. Ketika malam – malam Ramadhan menjadi tak ada bedanya dengan malam selainnya.
Di dalam shalat malam ini Rasulullah juga mengajarkan doa – doa yang insyaAllah diijabahi oleh Allah Azza wa Jalla. Diantara doa yang diperbanyak untuk membacanya dalam shalat terawih adalah “Allhumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na’udzubika min sakhatika wan nar… Ya Allah, kami mohon keridhaan-Mu dan Surga-Mu. Dan kami mohon perlindungan dari kemarahan-Mu dan dari nerake-Mu..” Allahummaa innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni…Ya Allah sesungguhnya Engkau maha Pengampun menyukai pemberian ampunan, maka maafkanlah aku…
6. Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang.
7. Ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak mengeluarkan infaq dan shadaqah
8. Ketika hari – hari menjelang Idhul Fitri lebih sibuk dengan persiapan lahir dan tidak sibuk memasok perbekalan ruhani sebanyak – banyaknya pada 10 malam hari terakhir untuk memperbanyak ibadah.
9. Ketika Idhul fitri tiba dirayakan laksana hari merdeka, seperti orang yang keluar dari penjara dan kembali melakukan berbagai kemaksiatan dan penyimpangan.
10. Setelah Ramadhan nyaris tak ada ibadah yang ditindak lanjuti(follow up) pada bulan selanjutnya
Untuk mengantisipasi kegagalan tersebut sesungguhnya sejak awal harus ditanamkan bahwa amaliah Ramadhan satu bulan penuh itu mestinya menjadi pemasok, bahan bakar ruhani agar keimanannya tetap menyala dan menggelora dan semakin meningkat di sebelas bulan ke depan.
Namun orang akan gagal meraih energi dan keutamaan Ramadhan saat ia tidak lagi berupaya menghidupkan dan melestarikan amal – amal ibadah yang pernah dijalankan dalam satu bulan.
Semoga Ramadhan masih menjadi prioritas agenda untuk kita perhatikan...
Rabu, September 09, 2009 | kategori ISLAMoholic | 1 Comments
8 Tips Menyambut Bulan Ramadhan yang Penuh Kemuliaan
1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)
2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.
3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.
6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.
8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam
taken from dakwatuna.com
>>semoga bermanfaat....
Senin, Agustus 03, 2009 | | 1 Comments
The Traveller..
- Gina Septiani
- Mahasiswa kedokteran Unpad tahun ke-4.. Sedang menapaki jalannya menuju cita2 besarnya "masuk surga..."(ayoo bareng2...).. setelah lulus dokter ingin sekali melanjutkan pendidikan dokter spesialis di bagian Anak.. doakan saja..semoga diberi kesempatan dan kemudahan harta...
Daftar Artikel
-
▼
2009
(29)
-
►
Mei
(25)
- Begadang oh Begadang..
- STANDARD FOR OSOCA
- Mengingat Pemupus Kenikmatan itu Penting, Kawan!
- Ummu Nidhal, Khansa Palestina
- The Incredible Mang Ato
- I Love to Share
- Kita Boleh Lelah, Tapi Kita Tak Boleh Berhenti!!
- Empat Tahun di Fakultas Kedokteran,, Apakah Cukup?...
- NOSTALGILA: Si Doel Anak Sekolah
- Sehat itu NIKMAT...
- Menjadi Dokter itu Tidak Mudah...
- Hipotermia
- Swine Flu a.k.a Flu Babi
- Me n My Right Brain
- Flu Babi
- Ini (bukan) Politik Indonesia
- TEKAD
- Sebuah Kisah Tentang Dia
- Untaian Nashihat Tuk Para Pejuang di Jalan Da'wah
- what an experience!
- Everyone of Us is Sooo Special!
- I'm Soooooo In Love
- KEJAMNYA DUNIA (FK Unpad Untold Story)
- 10 Things
- Mari Lanjutkan!
-
►
Mei
(25)
Gina di tempat lain...
My Colleague will be
- Almahira Azzahra
- Almira Aliyannissa
- Almira Aliyannissa
- Andrew Handisurya
- Angghea Rachmiawaty
- ayam-cabe
- Azizatus Suhailah
- Dimas Erlangga
- Genis Ginanjar, dr
- Indra Permana
- Info Kesehatan THT--dr. Imam Megantara
- Intan Risna
- Kautsar Rahmawan
- M Azhary Lazuardy
- Mia Nursalsamah
- Mutiara Purnama
- Nada Ristya
- Nesta Enggra
- Nestri
- Panji Gugah
- Putri Zulmiyusrini
- Radhiyatam 'diyoth' Mardliyah
- Rahmi Ayu Umami
- Rizky Andhika
- Sofa Rahmannia
- Sri Hartati
- Tanri Arrizasyifaa
- Tazkia Fatimah
- Tim Medis Asy-Syifaa'
